Minggu, 17 Mei 2015

bahan artikel

 
 
4
 
IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN4.1
 
Pengujian
Terjadi transaksi untuk barang
coca cola 1,5 liter 
 selama bulan Desember 2011
Tanggal Keterangan
Saldo Awal bulan Desember 2011sebanyak 20 botol@ 98003 Mengeluarkan
coca cola
darigudang sebanyak 10 botol7 Membeli
coca cola
dari
 supplier 
 Aminah sebanyak 20 botol.@Rp1000014 Menerima
coca cola
dari
 supplier 
 Ucok sebanyak 15 botol @ Rp 990016 Mengeluarkan
coca cola
darigudang sebanyak 20 botol1.
 
Jurnala.
 
Transaksi tanggal 3 Desember 2011
Gambar 4-1 Pengujian aplikasi Barang Keluar
 b.
 
Transaksi tanggal 7 Desember 2011
Gambar 4-2 Pengujian aplikasi Barang Masuk 
c.
 
Transaksi tanggal 14 Desember 2011
Gambar 4-3 Pengujian aplikasi Barang Masuk 
d.
 
Transaksi tanggal 16 Desember 2011
Gambar 4-4 Pengujian aplikasi Barang Keluar
e.
 
Jurnal
Gambar 4-5 Pengujian aplikasi Jurnal Umum




 
 
2.
 
Buatlah Kartu Persediaan dan hitunglahHPP dari transaksi di atas?
Gambar 4-6 Pengujian aplikasi Kartu Persediaan danHPP
5
 
PENUTUP5.1
 
Kesimpulan
 
Berdasarkan tujuan yang telah dipaparkan pada bagian pendahuluan maka diperolehkesimpulan, antara lain:1.
 
Aplikasi pencatatan persediaan barang yang dapat mengurangikesalahan perhitungan dalam pencatatan persediaan denganmetode FIFO pada pergudanganKPRI Teladan.2.
 
Aplikasi ini dapat mempermudahdan mempercepat dalam pembuatan laporan persediaan.3.
 
Aplikasi ini dapat mempermudahmelihat persediaan barang perunitdan harga pokok penjualan.
5.2
 
Saran
 
Ada beberapa saran yang perluditambahkan dalam aplikasi ini untuk meningkatkan kinerjanya, yaitu :1.
 
Mengingat adanya ketidaksesuaianstok barang karena hilang ataurusak maka diperlukan proses barang hilang dan barang rusak digudang.2.
 
Dapat menampilkan grafik  persediaan barang di gudang.
3.
 
Mengingat tiap pembelian barangterjadi ketidaksesuaian barangmaka dibutuhkan retur pembelian.
 
6
 
REFERENSI
Bodnar, H. George.
Sistem Informasi Akuntansi Edisi 9.
Yogyakarta: Andi, 2004.Charles.
 Akuntansi Biaya jilid I.
jakarta:Erlangga, 2006.Fathansyah.
 Basis Data.
Bandung: BI-OBSES,2007.Hery, S.
 Akuntansi Perusahaan Jasa dan Dagang.
Bandung: Alfabeta, 2011.Kadir, A.
 Dasar Pemograman Web Dinamis Menggunakan PHP.
Yogyakarta: Andi, 2008.Kadir, Abdul.
 Mudah Mempelajari Database MySQL.
Yogyakarta: Andi, 2002.Kusnadi.
 Pengantar Akuntansi Keuangan 1.
 Malang, 2000.Libby, R.
 Akuntansi keungan Edisi 5.
 Yogyakarta: Andi, 2007. Nugroho, Bunafit.
 PHP MySQL dengan Editor Dreamweaver MX.
Yogyakarta: Andi,2004.Prasetyo, E.
 Pemograman Web PHP dan MySQL.
Yogyakarta: Graha Ilmi, 2008.Rudianto.
 Akuntansi Koperasi Edisi 2.
Jakarta,2010

bahan artikel



http://www.dokterbisnis.net/2013/06/06/8-cara-membangun-sistem-manajemen-gudang-yang-baik-bagian-1/

bahan artikel

  • 1. Warehouse Management1
  • 2. Warehouse ManagementWMS adalah suatu system yang digunakandidalam pengelolaan gudang yang mengaturproses penanganan barang semenjak daripenerimaan hingga pengirimannya. Seluruhproses dilakukan dengan mempergunakansuatu system tertentu dan biasanya dibantudengan perangkat komputerisasi, pallet,forklift dan rak tinggi.2
  • 3. Warehouse ManagementWarehouse Management System atauSistem Manajemen Pergudanganmerupakan kunci utama dalam suppplychain (rantai pasok), dimana yang menjaditujuan utama adalah mengontrol segalaproses yang terjadi di dalamnya sepertishipping (pengiriman), receiving(penerimaan), putaway (penyimpanan),move (pergerakan) dan picking(pengambilan).3
  • 4. 4Dengan WMS, kita dapat mengontrol proses pergerakan danpenyimpanan dengan lebih baik, pemakaian space gudang denganlebih optimal, meningkatkan efektifitas proses penerimaan danpengiriman serta mengetahui jumlah stok dengan lebih akuratpada setiap waktu.Didalam WMS seluruh penyimpanan barang diatur oleh systemyang sudah di set up sebelumnya.Penentuan lokasi-lokasi penyimpanan sudah ditentukan terlebihdahulu seperti:Lokasi dry foodLokasi hard lineLokasi fresh foodLokasi soft lineas
  • 5. Warehouse ManagementDemikian juga mengenai berat dari barangsudah di atur sedemikian rupa sehingga padasaat barang masuk dengan jumlah tertentu,maka barang akan diarahkan untuk disimpandi level rak tertentu:• Barang berat : level bawah – 3• Barang sedang : level 2-5• Barang ringan : level 3-75
  • 6. 6
  • 7. Jenis-Jenis Rak1.Type SelectiveRak type Selective adalah raktinggi yang umum digunakanoleh banyak gudang.Karakteristik rak Selective adalah:Paling banyak digunakanTinggi rak dapat disesuaikandengan ketinggian GudangMemerlukan ruangan yangluasHampir seluruh gudangmempergunakan rak tipe iniFIFO, FEFO, LIFO7
  • 8. Jenis-Jenis Rak2.Type Drive InRak type Drive in memilikikarakteristik sbb:Digunakan untuk barang nonselektif dan non rotasi.Untuk kapasitas penyimpananyang besar.Mempergunakan relSistim LIFO.Forklift harus masuk kedalamrak untuk put away / let down.8
  • 9. Jenis-Jenis Rak3.Type Double DeepRak type Double Deepmemiliki karakteristik sbb:Penempatan rak yang salingBack to back (membelakangi)Hemat 30% space & 40%kapasitas Kapasitas simpanyang besar Maksimal 4 palletUntuk kelancaranoperasionalnya, rak inimempergunakan forklift yangdidesainkhusus.4.Type Flow Storage RackRak ini memiliki karakteristiksbb:Sistim FIFO Barang akanbergulir otomatis karenaadanya perbedaan ketinggianrak ke arah tempatpengambilan Daya simpanyang besar9
  • 10. Jenis-Jenis Rak5.Type Push Back RackRak ini memiliki karakteristiksbb:Sistim LIFO Dilengkapi denganframe beroda dan diinstalmiring agar barang dapatbergulir Waktu yang tercepatuntuk loading/unloading.Forklift tidak perlu masukkedalam rak Penyimpanansekaligus 2-4 pallet6.VNA (Very Narrow Aisle)VNA mempergunakan jenis rakselective sehingga beberapakelebihan yang ada pada rakselective ada juga pada jenisrak ini. Bahkan VNAmerupakan jawaban terhadapborosnya ruangan yangdikonsumsi oleh rak selectivedimana VNA hanyamemerlukan setengah jaluryang diperlukan.Kekurangannya adalah VNAmemerlukan tehnologi forkliftyang lebih tinggi.10
  • 11. PROSEDUR PERMINTAAN DAN PENGELUARANBARANG DARI GUDANGPenjualan:- Melakukan permintaanbarang dengan membuatdokumen rangkap 2 danmenyimpan dokumen no.1di arsip.- Mengirimkan suratpermintaan barang kebagian gudang.- Menerima barang pesanandari bagian gudangBagian Gudang:- Menerima surat permintaan barangdari penjual.- Mengecek ketersediaan barang digudang.- Persediaan barang yang ada disiapkanbeserta dokumen rangkap 2 danmenyimpandokumen no. 1 di arsip.- Melakukan pemesan barang terhadappersediaan yang telah habis denganmembuat Surat Pesanan Barangrangkap 2 dan menyimpam dokumenno.1 di arsip.- Menyerahkan barang pesanan kebagian penjualan beserta dokumen danmenyimpan dokumen di arsip.11
  • 12. PROSEDUR PERMINTAAN DAN PENGELUARANBARANG DARI GUDANGPembelian:- Menerima surat pemesananbarang dari bagian gudang.- Membuat lis permintaanbarang rangkap 2 danmenyimpan dokumen no.1 diarsip.- Menerima barang orderbeserta melakuan transaksi.- Menyerahkan barang kegudang beserta list barangpesanan dan menyimpandokumen no.1 di arsip.Supplier:- Menerima list barang pesanandari bagian pembelian- Menyiapkan barang sesuaipermintaan dan membuatdokumen barang orderrangkap 2 beserta surattagihan.- Dokumen barang order no.2beserta surat tagihandiberikan kepada pembeli.•12
  • 13. 13
  • 14. 14Keuntungan :1.Speed Up Handling Process. Penerapan WMS pada suatu pergudangan dapat mempercepatlead time proses yaitu dengan adanya proses yang dilakukan secara komputerisasi atauotomatis yang sebelumnya harus secara manual dan dilakukan banyak orang.2.Ensure Accurate Inventory Data. Dengan WMS kita mengetahui semua transaksi inventorydan jumlah stock dengan lebih cepat dan akurat dalam waktu kapan pun (real time).3.Optimize Your Warehouse Layout and Space Utilization. Dengan WMS, kita dapat mengaturlokasi penyimpanan barang dengan optimal. Jumlah dan tipe barang yang akan masuk kegudang akan dapat diatur penyimpanannya dengan tool yang ada dalam system.4.FIFO Implementation. Alur distribusi barang dapat dilakukan dengan baik dan sesuai denganprisip FIFO (First In First Out), bahkan ada informasi terbaru bahwa software WMS saat inidapat menerapkan FEFO (first expired first out).5.Automated Data Collection. Pengumpulan data dapat dilakukan secara otomatis denganmenggunakan fasilitas radio-frequency portable data terminal (PDT) dan barcode scanner.6.Cycle Counting. Penerapan WMS juga memberikan keuntungan dalam menghitungwaktu/siklus setiap proses atau lead time. Data tersebut dibutuhkan untuk menghitungproduktifitas gudang dan mempermudah upaya peningkatannya.penerapan WMS telah optimal maka keuntungan diatas dapat dicapai dan akhirnya dapatmemberikan keuntungan pada perusahaan karena secara prinsip WMS akan mengoptimalkantenaga kerja, menurangi waktu proses, mengurangi proses inventory yang tidak perlu danakhitnya akan meningkatkan pelayanan kita kepada customer selanjutnya.
  • 15. WarehouseManagementThankYou 15
http://www.slideshare.net/rendituter7/warehouse-management-23102946

Bahan Artikel

Warehouse atau pergudangan berfungsi menyimpan barang untuk produksi atau hasil produksi dalam jumlah dan rentang waktu tertentu yang kemudian didistribusikan ke lokasi yang dituju berdasarkan permintaan. Kendala yang dihadapi dalam pengelolaan warehouse adalah akurasi pergerakan barang dan menghitung rentang waktu barang disimpan. Dibutuhkan kontrol aktivitas pergerakan barang dan dokumen untuk meningkatkan efisiensi penggunaan warehouse agar jumlah dan rentang waktu barang disimpan dalam nilai minimum atau sesuai perencanaan.

Warehouse Management System[sunting | sunting sumber]

Warehouse Management System yang didukung teknologi informasi untuk membantu pengawasan pergerakan barang masuk, pergerakan dalam warehouse dan barang keluar. Pengawasan dengan menggunakan sistem, memberikan kemudahan pengelolaan dan nilai tambah warehouse, yaitu:
  1. Memudahkan pengelola warehouse memberikan informasi ketersediaan suatu barang kepada bagian perencanaan produksi atau pengiriman agar ketersediaan barang tetap pada tingkat yang aman
  2. Penempatan barang yang ditentukan oleh sistem sehingga memudahkan penyimpanan, pengambilan dan perhitungan stok
  3. Mengurangi lead time dari aktivitas penyimpanan barang dan pengiriman barang
  4. Ketersediaan beragam informasi mengenai level barang dan utilitas warehouse memudahkan analisis untuk menyusun strategi penggunaan warehouse yang lebih efisien

http://id.wikipedia.org/wiki/Pergudangan

bahan artikel

Warehouse / Warehousing merupakan salah satu mata kuliah yang saya dapatkan pada semester 2 di STMT Trisakti jurusan Ground Handling… Sebelum membahas mengenai WMS, saya akan sedikit menjelaskan mengenai warehouse..
Warehouse atau pergudangan merupakan area yang  berfungsi menyimpan barang untuk produksi  atau hasil produksi dalam jumlah dan rentang waktu tertentu yang kemudian didistribusikan ke lokasi yang dituju berdasarkan permintaan.
Warehouse Management System (WMS) atau Sistem Manajemen Pergudangan merupakan kunci utama dalam supply chain, dimana yang menjadi tujuan utama adalah mengontrol segala proses yang terjadi di dalamnya seperti shipping (pengiriman), receiving (penerimaan), putaway (penyimpanan), move (pergerakan), dan picking (pengambilan). Saat ini, penggunaan teknologi seperti WiFi LAN, Radio Frequency, Barcode Scanner, Email dan teknologi informasi lainnya dapat digunakan untuk WMS. Tujuan dari WMS adalah untuk menyediakan satu set prosedur komputerisasi untuk menangani penerimaan dan pengiriman barang, mengelola fasilitas penyimpanan (misalnya racking, dll), mengelola stok barang untuk picking, packing dan shiping.
Keuntungan menggunakan WMS, diantaranya:
  1. Speed Up Handling Process. Mempercepat lead time proses dengan cara komputerisasi / otomatis.
  2. Ensure Accurate Inventory Data. Mengetahui semua transaksi inventory dan jumlah stock lebih cepat dan akurat dalam waktu kapan pun.
  3. Optimize Your Warehouse Layout and Space Utilization. Mengatur lokasi penyimpanan barang secara optimal dengan tool yang ada dalam system.
Dalam WMS, ada beberapa konsep yang bisa digunakan, yaitu :
  1. FIFO (First In First Out), barang yang pertama kali masuk merupakan yang harus keluar pertama kali. Yang pertama kali antri berarti harus pertama kali dilayani.
  2. LIFO (Last In First Out), barang yang terakhir kali masuk harus pertama kali keluar. Contohnya jika barang tersebut adalah pasir, otomatis yang harus dianbil duluan adalah bagian atasnya.
  3. FEFO (First Expired First Out), barang yang cepat kadaluarsa harus pertama kali keluar. Contohnya obat-obatan, makanan, minuman.
Ada beberapa WMS yang dipakai oleh beberapa perusahaan yaitu Live Inventory (PT IMS Logistics), FMGPro, Manhattan, dll.
Semua sistem ini memakai Barcode (berisi kode unik  / packing list dan case dari barang tersebut yang berfungsi sebagai identifikasi barang) sebagai sarananya dan terintegrasi di seluruh cabang-cabang mereka. WMS ini akan memberitahu lokasi mana yang akan menjadi lokasi barang tersebut atau PIC Gudang bisa menaruh di sembarang tempat karena perpindahan ataupun penempatan akan direkam di system dengan scan barcode lokasi barang asalkan lokasi tersebut di update di system. Jadi, tidak ada lagi barang yang terselip di dalam gudang.
Menurut saya, WMS akan mengoptimalkan tenaga kerja, mengurangi waktu proses, mengurangi proses inventory yang tidak perlu yang pada  akhirnya akan meningkatkan pelayanan kepada customer. Perlu diingat pula bahwa tidak setiap gudang dapat atau harus menerapkan WMS karena adakalanya suatu gudang cukup menerapkan system pergudangan yang sederhana saja, misalnya untuk  gudang dengan skala kecil. Oleh karena itu, penggunaan WMS perlu dioptimalkan agar tidak merugikan pihak warehouse.

https://kumpulankaryasiswa.wordpress.com/2011/04/21/apa-itu-wms-warehouse-management-system/